Temukan Jati Diri dan Gali Potensi || Nurul Maghfiroh_Tugas Emas Airlangga
Temukan Jati Diri dan Gali Potensi
Bakat dapat didefinisikan sebagai segala faktor yang melekat pada
individu sejak lahir yang bersifat laten potensial yang berarti dapat tumbuh
dan berkembang secara lebih besar lagi. Bakat pula dapat diartikan sebagai
kemampuan bawaan yang masih perlu dilatih dan dikembangkan supaya dapat
terwujud. Seseorang dapat melihat bakat dalam dirinya melalui pengalaman yang
pernah ia lalui, ataupun bisa dilakukan dengan alat ukur tes bakat. Bisa saja
terdapat lebih dari satu bakat dalam diri seseorang, pengembagan bakat tersebut
tergantung pada masing-masing individu.
Bakat
bersifat umum dan bersifat khusus. Bakat umum apabila kemampuan yang berupa
potensi tersebut bersifat umum, sedangkan bakat khusus jika seseorang memiliki
kemampuan khusus. Misalnya seperti bakat akademik,sosial, dan seni kinestik.
Bakat khusus biasanya disebut dengan bakat bakat umum (intelektual). Salah satu
bakat intelektual diantaranya seperti menulis puisi, syair, novel, pantun, dan
drama.
Drama
merupakan karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan bermaksud untuk
dipertunjukkan. Semua bentuk drama tercipta dari dialog-dialog yang diperankan
untuk mengidentifikasi peristiwa, pelaku, serta perwatakan yang didukung oleh
latar yang sesuai. Drama dipandang sebagai sastra karena drama termasuk dalam
genre sastra.Drama juga dipandang sebagai seni karena drama melibatkan berbagai
cabang seni, seperti: tari, vokal, musik, dan seni rupa. Biasanya drama
dipertunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti sandiwara, lenong, film,
sinetron, dan lainnya.
Berbicara
tentang bakat dan drama, disini saya akan sedikit menceritakan tentang
pengalaman mengikuti kegiatan teater di masa SMA saya. Rasa ketertarikan
pada dunia teater sebenarnya sudah ada dalam diri saya semenjak sekolah
menengah pertama (SMP), waktu itu saya sering diajak oleh kakak untuk
menyaksikan pertunjukan drama di acara acara festival yang terdapat di kota.
Saat itu saya hanya bisa menyaksikan, dan berharap bisa ada diatas panggung
teater yang megah dan mewah tersebut. Namun perasaan itu tidak bisa saya
wujudkan ketik masa SMP karena tidak ada wadah yang bisa menampung minat dan
bakat siswa dalam bidang seni khususnya drama atau teater. Namun saya tidak
berhenti, untuk terus mengamati dan mempelajari seni drama.
Hingga
pada waktunya masuk SMA, saya merasa senang karena terdapat wadah bagi siswa
yang tertarik dalam bidang seni khususnya dalam dunia drama dan teater. Dan
hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dalam ekstrakurikuler
tersebut dan berharap dapat mengembangkan potensi dalam diri. Di dalam
forum ini saya diberi pelatihan dan bimbingan agar dapat berkembang dan
tau bagaimana cara berdrama atau berteater secara benar.
Selama
saya mengikuti ekstrakurikuler teater di SMA, ada beberapa pencapaian yang saya
dan kelompok peroleh. Tidak banyak, tapi itu merupakan suatu pencapaian yang
bisa membuat saya sebagai pemula sedikit bangga. Dengan bimbingan oleh pelatih
dan senior saya beserta teman bisa pentas di beberapa pertunjukkan seni offline
maupun online tingkat kota maupun nasional. Mungkin bagi sebagian orang itu
merupakan suatu hal yang biasa, namun bagi saya itu merupakan sebuah
kebanggaan karena tidak bisa dipungkiri ketertarikan dalam dunia
teater ini sudah ada sejak lama.
Saya pikir masuk dan berproses di dalam dunia teater ini
mudah, namun ternyata berproses dalam dunia teater ini bisa dibilang cukup
sulit karena ternyata setelah saya masuk di dalamnya begitu banyak kejutan
kejutan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Banyak pelajaran moral
yang bisa saya ambil di dalamnya. Meskipun begitu, saya merasa enjoy
dalam menjalankannya dan berharap bisa terus berproses di dalamnya. Semua
yang diawali dengan sukacita pasti berakhir dengan indah.

Komentar
Posting Komentar